Clea Air Purifier – Solusi Udara Rumah Bersih dan Bebas Virus. Hai, Minal Aidin Wal Faidzin Mohon maaf lahir batin 🙏
Bagaimana kabarnya? Mudik kemana, nih? Semoga selalu diberikan kesehatan ya setelah pulang mudik.
Kali ini saya ingin sharing tentang Air Purifier. Menurut Anda pakai Air Purifier di rumah itu butuh ga? Kalau dulu saya pikir tidak butuh, karena harganya mahal dan takut watt-nya besar. Tapi setelah kejadian baby L terpapar Covid-19 dua kali dan kondisi dapur rumah yang sirkulasi udaranya tidak bagus. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membeli Air Purifier, karena kalau renovasi dapur biayanya akan lebih besar. Selain itu juga Indonesia belum bebas dari virus Covid-19. Kami memutuskan untuk membeli Clea Air Purifier.
Bagaimana setelah menggunakan Clea Air Purifier? Berapa harga dan watt-nya? Kenapa memilih Air Purifier dari brand ini? Saya akan sharing dalam tulisan Blog ini. Jadi baca terus sampai akhirnya.

Clea Air Purifier

Pasti Anda sudah tau apa itu Air Purifier, ini adalah suatu alat yang dapat membersihkan udara yang akan dihirup. Cara kerja alat ini sangat sederhana yaitu akan menyedot udara yang ada di ruangan dengan bantuan kipas dan akan langsung difilter yang ada di bagian belakang air purifier. Setelah filter berhasil menyaring udara, alat ini akan langsung mengeluarkan kembali udara yang sudah bersih melalui saluran yang ada di bagian depan.

Saya memutuskan untuk memakai Clea Air Purifier karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, yaitu :

  • Harga terjangkau : Clea Air Purifier ini hanya satu jutaan aja, karena lagi promo. Untuk dapat harga promo Klik ini.
  • Watt rendah : Air purifier ini hanya cukup hemat, hanya 42 Watt saja.
  • Tidak berisik : Saat menggunakan alat ini tidak akan ada suara yang berisik, maka aman digunakan walau bayi sedang tidur.
  • Ada UV-C sterilisasi : efektif membunuh virus, kuman, dan bakteri hingga 99.99%.

  • Mempunyai 3 filter : Pre-filter (untuk menyaring parkitel besar seperi rambut, bulu hewan, dan debu), Medical Grade Hepa 13 (mampu menyaring parkitel kecil hingga ukuran 0.3 mikron), dan Activated carbon filter (menyaring asap rokok, bau, dan gas berbahaya lainnnya).
  • Ion Negatif : mampu mengilangkan kuma dan alergen di udara.
  • Child lock : ini salah satu alasan memilih ini, supaya tidak dibuat main oleh anak-anak, terutama baby L yang sedang aktif dan penuh rasa penasaran.

Sumber Polusi Udara dalam Ruangan

Saya baru tau dan menyadari bahwa polusi udara dalam ruangan lebih berbahaya dibandingkan di luar ruangan. Ini adalah salah satu alasan juga saya akhirnya memilih membeli air purifier. Ada beberapa sumber polusi udara dalam ruangan yang tidak kita sadari, yaitu :

Cat dan Asbes

Cat rumah dan asbes akan menguap dan mengeluarkan partikel mikro yang dapat merusak saluran pernapasan dan menyebabkan kanker pada saluran pernapasan.

Zat Pembersih dan Parfum

Di rumah pasti menggunakan pembersih ruangan seperti pembersih kaca dan lantai. Selain itu juga menggunakan pengharum ruangan, pembasmi nyamuk, dan parfum untuk tubuh. Pasti ada beberapa produk yang memiliki zat yang berbahaya untuk kesehatan.

Aktivitas Rumah Tangga

Ada beberapa aktivitas rumah tangga yang akan menyebabkan polusi udara dalam ruangan, yaitu memasak, menyapu lantai, dan membersihkan debu dalam ruangan. Asap memasak dan bau gas secara tidak langsung itu akan mempengaruhi kesehatan kita.

Jamur dan Ruangan yang Lembap

Setiap rumah pasti akan ada posisi atau ruangan yang lembap, nah ruangan ini akan meningkatkan pertumbuhan jamur, tungau, kecoak, dan bakteri yang berefek buruk pada kesehatan. Karena dengan menghirup bau lembap saja akan membuat pernapasan tidak nyaman dan enak.

Asap Rokok

Jika Anda perokok dan merokok dalam ruangan ini sangat berbahaya. Karena asap rokok yang berada dalam ruangan akan menempel pada perabotan atau barang yang ada dalam ruangan, rambut, pakaian, dan lantai pada ruangan.

Karena sumber polusi udara dalam ruangan ini yang dapat membahayakan kesehatan kita, apa lagi jika di rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang tidak bagus. Karena permasalahan polusi udara ini sangat membutuhkan air purifier di rumah untuk menghasilkan udara yang segar dan baik untuk dihirup.

Review Clea Air Purifier

Kondisi dapur di rumah saya itu sirkulasi udaranya kurang bagus, jadi setiap masak pasti seisi rumah akan bau masakan, huhuhu. Apa lagi kalau lagi masak yang pedes atau bakar sesuatu, pasti seisi rumah semua akan langsung batuk-batuk.

Selain itu juga tahun kemarin saya sekeluarga terpapar Covid-19 dan awal tahun 2022 baby L terpapar lagi varian Omicron. Jadi ini yang membuat saya dan suami memutuskan untuk membeli Clea Air Purifier. Demi kesehatan anggota keluarga, lebih baik investasi produk yang dapat mencegah terkena virus, jamur, dan bakteri.

Saya sudah menggunakan produk ini selama sebulan, cukup puas dengan kinerjanya. Setiap ingin memulai masak, langsung menyalakan Clea Air Purifier dan menyimpannya di ruang tengah dimana itu aktivitas semua anggota keluarga.

Saat menyalakan, alat ini membutuhkan waktu 1 menit untuk mendeteksi kondisi udara di ruangan. Lalu lampu indikator akan menyala dan menunjukkan bagaimana kondisi ruangan. Jika lampu indikator menyala dengan warna merah berarti udara sangat buruk, hijau menunjukkan udara baik, dan biru menandakan bahwa udara sudah bagus.

Saat saya masak, lampu indikator Clea Air Purifier ini merah hingga mencapai angka 500, tapi setelah 20 menit lampu indikator langsung menurun ke 200 (warna hijau) hingga 98 (warna biru). Dengan melihat kinerja air purifier ini, saya merasa puas dan tidak menyesal telah membeli dan menggunakannya.

Berdasarkan pengalaman ini, maka saya merekomendasikan Clea Air Purifier ini untuk ada di rumah Anda. Karena Anda tidak akan rugi dan menyesal untuk mengeluarkan uang untuk membeli produk ini.

Nah, itu dia sharing singkat saya dalam memilih dan memutuskan memakai Clea Air Purifier. Bagaimana menurut Anda tetang air purifier? Sharing di kolom komentar, yuk.

Terima kasih sudah mampir di Blog ini, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan memberikan informasi yang Anda butuhkan. Sampai bertemu di tulisan saya selanjutnya, bye.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*