“Mama Jadi Vacuum Cleaner”

Pic: Pexels.com

jeanettegy.com – Pasti tau Vacuum Cleaner kan? Vacuum Cleaner berfungsi untuk membersihkan debu dan kotoran dengan cara disedot, hasilnya pun ruangan menjadi bersih tanpa harus capek.

Pernah mendengar kata – kata ini, “Mama-nya jadi Vacuum cleaner“. Kata – kata itu pasti sering dengar kalau kita para ibu – ibu yang sedang menghabiskan makanan anaknya atau kita sedang menghabiskan sisa makanan yang ada. Semoga bukan saya saja yang pernah mengalaminya hehehe (cari teman biar ga sendirian).

Didikan Keluarga Yang Turun Temurun

Makan Bersama Keluarga

Dari kecil saya sudah dididik untuk tidak pernah menyisakan makanan atau minuman sedikit pun. Dan itu ternyata sudah didikan dari mama saya masih kecil juga. Zaman dahulu belum ada program KB (Keluarga Berencana), sehingga banyaknya anak dalam keluarga. Dengan pendapatan yang pas – pasan juga, sehingga di keluarga mama saya tidak ada yang namanya makanan yang tersisa dan terbuang mubazir. Jadi makanan yang sudah di masak oleh nenek saya, mau suka atau tidak suka harus habis tidak tersisa. Karena dengan kondisi tersebut, tidak mungkin nenek saya harus membuat satu – satu makanan kesukaan anak – anaknya.

Mama pun menerapkan didikan yang sama untuk saya dan adik saya. Karena mama hanya mempunyai 2 orang anak, jadi mama masih bisa membuat makanan kesukaan masing – masing anaknya. Maka dari itu, jika saya dan adik saya tidak makan dan menghabiskannya, mama akan marah. Karena mama sudah masak capek -capek tapi kita tidak makan dan habiskan. Tapi kemarahan itu ada sisi positifnya, saya belajar untuk menghargai perjuangan mama saya untuk masak dan tidak membuang makanan. Sampai sekarang saya tidak pernah menyisakan makanan dan membuangnya. Sehingga itu membuat om dan tante saya paling senang mengajak saya dan adik saya untuk pergi makan, karena saya selalu habis dengan makanan yang saya pesan. Bukan berarti saya rakus, tapi saya belajar untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah diambil atau di pesan dan tidak membuatnya menjadi mubazir.

Saya Menjadi “Mama Vacuum Cleaner”

Makan Bersama Teman

Saya selalu berusaha untuk menerapkan didikan yang turun temurun itu kepada anak saya. Tetapi terkadang bertentangan dengan suami saya dan juga kondisi yang tidak memungkinkan. Suatu saat saya diajak meet up  di Mall dengan teman Рteman lama sambil membawa anak masing Рmasing. Saya selalu memesan 1 porsi untuk di bagi 2 untuk anak Рanak saya. Berhubung pada saat itu makanan yang di pesan porsinya cukup banyak, jadi mereka tidak habis makannya.

Duhh, jadi Vacuum cleaner deh mamanya“, itu yang diucapkan oleh teman saya. Saya pikir benar juga dengan istilah itu, karena bagian saya membersihkan semua makanan yang tersisa dari anak saya. Karena kebiasaan saya yang tidak tega melihat makanan yang sisa dan dibuang, jadi melakukan pembersihan.

Kebiasaan ini bukan saja pada makanan yang sudah jadi atau matang, tapi saya juga jadi terbiasa  dengan bahan makanan atau bahan mentah yang akan di olah. Saya selalu stock bahan mentah yang akan di olah untuk 2 atau 3 hari ke depan, terkadang ada saat Рsaat males masak yang akhirnya ada bahan yang tidak di olah. Saya tidak akan membuang bahan mentah itu jika sudah layu tapi saya mencari resep yang tepat supaya bahan itu masih bisa di olah supaya tidak terbuang.

Sisi Positif Menjadi “Vacuum Cleaner”

Pic: Pexels.com

Menjadi “mama vacuum cleaner” itu ada sisi positif dan negatifnya. Untuk sisi positifnya, adalah dapat belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kita ambil atau pesan. Dan tidak ada makanan atau minuman yang menjadi mubazir karena terbuang.

Sisi Negatif Menjadi “Vacuum Cleaner”

Pic: Pexels.com

Sisi negatif dari menjadi vacuum cleaner, yaitu berat badan menjadi bertambah dan juga perut terasa begah karena terlalu kenyang.

Kalau saya pribadi akan selalu menjadi “mama vacuum cleaner“, karena saya sudah terbiasa tidak tega melihat makanan yang dibuang. Apakah teman – teman ada yang seperti saya menjadi vacuum cleaner juga?