Merencanakan Kehamilan Bersama Melinda Hospital

Mempunyai seorang anak pasti menjadi suatu impian bagi pasangan yang baru menikah. Tapi terkadang sering sekali banyak yang tidak langsung berhasil hamil setelah menikah. Ini bisa terjadi karena pola hidup yang semakin tidak sehat. Mulai dari makanan yang tidak sehat, kurangnya olahraga, dan semakin tingginya polusi di lingkungan. Menurut Dr. Julius T Pangayoman, SpoG, “Jika pernikahan sudah memasuki tahun ke 3, tetapi belum mempunyai keturunan. Sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter kandungan.”, jelasnya saat ditemui di Cafe n Resto Artistie, TSM Bandung.

Dr. Susan Melinda, SpoG dan Dr. Julius T pangayoman, SpoG

Bandung, 5 Agustus 2018 kemarin, Melinda Hospital mengadakan seminar tentang “Mengenali masalah-masalah infertilitas” bersama Dr. Susan Melinda, SpoG dan Dr. Julius T pangayoman, SpoG. Mereka menjelaskan cukup detail tentang masalah infertilitas, inseminasi, dan bayi tabung. Bagaimana penjelasannya? Simak ulasannya, ya..

Infertil (Tidak Subur)

Menurut Dr. Julius, pasangan yang subur adalah pasangan yang dapat memiliki keturunan dalam kurun waktu satu tahun pernikahan. Sedangkan pasangan infertil atau tidak subur adalah pasangan yang rutin dua sampai tiga kali seminggu dan tidak menggunakan KB, namun belum memiliki keturunan dalam kurun waktu satu tahun pernikahan. Ternyata masalah keguguran dapat dikatakan tidak subur juga.

Saat ini banyak sekali pasangan yang mengalami infertil karena gaya hidup yang semakin tidak sehat, seperti olahraga yang kurang, makanan junk food, dan polusi udara yang semakin meningkat. Selain itu adanya permasalahan pada kedua pihak meningkat, seperti tingkatnya stress dalam pekerjaan. Wanita yang berusia 35 tahun yang mengalami kesuburan, sebaiknya mempertimbangkan pertolongan guna mencapai kehamilan.

Faktor penyebab ketidaksuburan

  • Jumlah dan kualitas sperma atau sel telur yang sedikit bahkan tidak ada sama sekali
  • Terhalangnya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma
  • Terhambatnya proses menempelnya embrio di dalam Rahim
  • Obesitas atau kekurangan gizi (kekurusan)
  • Rokok pasif atau aktif
  • Seringnya berendam air panas yang mengandung belerang
  • Stress

Adapun program kesuburan untuk tahap awal, yaitu Skrining Pra-Nikah dengan cara pemeriksaan fisik dan USG, pemeriksaan Laboratorium ( darah dan urine rutin, dan Torch) lebih baik sebelum hamil, dan penentuan waktu ovulasi (keluarnya telur).

Cara Menghitung Ovulasi

Cara menghitung Ovulasi

Bagi wanita menghitung masa kesuburan itu sangat penting, karena kita bisa menghitung kalau kita berencana untuk hamil. Jika menstruasi kita kita lancar 28 hari, maka sangat tepat menghitung H+14. Akan tetapi jika siklus menstruasi kita 35 hari, lebih baik menghitung H-14. Mungkin sekarang kita dapat dimudahkan dengan adanya aplikasi untuk menghitung masa subur. Kalau siklus menstruasinya lancar selama 28 hari, menggunakan aplikasi akan sangat membantu karena pas perhitungannya. Tapi kalau siklus menstruasi kita 35 hari, perhitungan menggunakan aplikasi tidak tepat karena beda.

Program Kesuburan Lanjutan

Program Kesuburan Lanjutan

Setelah melakukan pemeriksaan kesuburan tahap awal, akan masuk pada program kesuburan lanjutan, seperti :

HSG (Pemeriksaan saluran telur)

Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG) yang sering dikenal dengan pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga Rahim dan saluran telur (tuba fallopii). Dokter akan memasukkan spekulum ke vagina sehingga mulut Rahim terlihat, lalu kateter dimasukkan ke rongga Rahim melalui mulut Rahim. Proses ini berlangsung selama 30 menit.

Analisis Sperma

Ini adalah cara yang digunakan untuk tes kesuburan pria, untuk mengetahui apakah ada gangguan pada sperma atau tidak. Pria dikatakan tidak subur jika ada kelainan pada sperma, seperti bentuk, jumlah, maupun kecepatan gerak sperma. Saat ingin  tes kesuburan, pria tidak diperbolehkan untuk aktivitas seksual baik sendiri atau bersama pasangan minimal 48 jam.

Laparoskopi

Sebuah teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar, walaupun awalnya adalah melakukan pembolongan kecil di dinding perut. Laparoskopi menggunakan alat berbentuk tabung tipis bernama laparoskop, dimana dilengkapi dengan kamera dan cahaya di ujungnya.

Inseminasi Dalam Rahim

Proses Inseminasi, Melinda Hospital

 Teknik yang membantu untuk proses reproduksi dengan cara memasukkan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim. Proses ini menggunakan kateter, untuk membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan.

Bayi Tabung (In Vitro Fertilization)

Proses Bayi Tabung, Morula IVF Melinda Bandung

Proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita. Pemantauan dan stimulasi proses ovulasi seorang wanita, mengambil sel telur dari ovarium dan membiarkan sperma membuahi sel-sel tersebut di dalam sebuah medium cair di laboratorium. Jika sudah dibuahi selama 2-6 hari di dalam tabung dan bertumbuh, maka akan dipindahkan ke rahim wanita untuk menciptakan keberhasilan.

Morula IVF Melinda Bandung

Melinda sudah bekerja sama dengan Morula IVF, dimana setiap tindakan sudah sesuai dengan ketentuan standar internasional. Akan tetapi saat ini IVF atau bayi tabung di Indonesia tidak lagi dapat memilih jenis kelamin yang diinginkan. Selain itu adapun langkah-langkah yang harus dijalani oleh pasangan, yaitu :

  1. Pemeriksaan darah suami dan istri
  2. Pemeriksaan sperma
  3. Stimulasi (penyuntikan obat penyubur) dengan tujuan mendapatkan sel telur yang banyak
  4. Pementikan sel telur (OPU) dengan pembiusan
  5. Mempertemukan sperma dengan sel telur di dalam cawan
  6. Penetuan terjasi tidaknya pembuahan (fertilisasi)
  7. Pemenatauan perkembangan embrio
  8. Embrio transfer pada hari ke 3 atau 5

Menurut Dr. Susan, jika pasangan sudah melakukan inseminasi lebih dari dua kali dan gagal, sangat disarankan melakukan IVF. Karena keberhasilan dari bayi tabung lebih tinggi hingga tiga kali lipat dibandingkan inseminasi.

Persiapan melakukan Inseminasi atau Bayi Tabung

Setelah pasangan melakukan pemeriksaan tentang kesuburan, tentu akan ada saran dari dokter untuk melakukan hal apa yang terbaik untuk mendapatkan keturunan. Jika pasangan disarankan untuk inseminasi atau bayi tabung, lebih baik pasangan melakukan perundingan terlebih dahulu dan menyiapkan tabungan. Tujuan menyiapkan tabungan adalah supaya tidak keteteran saat sudah mulai melakukan inseminasi atau bayi tabung. Kalau kita menyiapkan tabungan khusus di bank, dengan tau perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Itu sangat meringankan beban biaya yang akan dikeluarkan nantinya.