Solusi Mengurangi Kematian Akibat Minuman Miras Oplosan

Angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh narkoba dan minuman keras oplosan semakin tinggi. Menurut data yang diambil, beberapa terakhir ini sedikitnya ada 82 orang meninggal akibat minuman keras oplosan. Diantaranya 58 orang dari Jawa Barat yakni dari Kabupaten Bandung dan Sukabumi dan 7 orang lagi dari Jawa Timur.

Tentu saja dari masalah ini, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan kedokteran ingin memperkecil tingkat kematian yang disebabkan oleh minuman keras (miras) oplosan ini. Mulai dari sosialisasi penanganan dini untuk orang yang keracuan akibat miras oplosan, pendekatan terhadap guru BP dan tokoh masyarakat, dan juga pihak kepolisian yang terus memberantas produsen-produsen.

Sabtu, 28 April 2018 kemarin, saya mendapatkan undangan untuk menghadiri seminar di RS.Melinda 2 Bandung.  Dengan tema “Master Class Up date on Methanol Poisoning”, yang pesertanya adalah para dokter yang bertugas di RSUD dan Puskesmas, praktisi klinis dan peneliti. Simak ulasannya ya..

Master Class Up date on Methanol Poisoing

dr. Ancilla Linna L., MM., MKes., MHKes, Direktur Rs.Melinda 2 Bandung

Kegiatan seminar ini diadakan oleh TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat) Provinsi Jawa Barat, PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) Cabang Bandung, Departemen Psikiatri FK UNPAD dan RS Melinda 2 Bandung. Dengan narasumber Psikiater Adiksi, Dokter Ahli Farmakologi, Dokter Ahli Patologi Klinik dan Medicins San Frontieres (Doctors Without Borders) dari Oslo.

Miras oplosan yang dikonsumsi mengandung ethanol dan methanol (CH3 OH), sebenarnya methanol itu sendiri tidak berbahaya. Akan tetapi jika sudah masuk ke dalam tubuh, maka akan berubah menjadi formic acid yang menyebabkan osidasi. Keadaan osidasi tersebut itulah yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan sperti kebutaan sampai kematian.

Awalnya saya rada pusing mendengar pembicaraannya, karena jujur saja paling tidak suka dengan pelajaran IPA dari dulu, hihihi. Tapi makin lama diikuti dan juga ada wawancara langsung dengan Dokter, saya menjadi semangat lagi karena ini adalah cara yang tepat untuk mengurangi kematian akibat miras oplosan dan memberikan pesan yang positif dan wawasan bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk tidak lagi melakukan perbuatan tersebut.

Baca Juga: Pengalaman Pertama Donor Darah

Faktor Seseorang Menggunakan Minuman Keras Oplosan

Pic : Pixabay.com

Orang yang menggunakan miras oplosan tentu saja ada sebabnya. Padahal sudah tahu apa akibatnya jika meminum miras oplosan tersebut. Faktor yang mempengaruhi, yaitu :

  • Rasa ingin tahu dan coba-coba
  • Karena ajakan teman
  • Untuk menunjukan bahwa dirinya hebat
  • Karena lingkungan, banyaknya orang yang mengkomsumsi
  • Untuk menghilangkan rasa cemas atau stres yang ada dalam diri
  • Menjadi tempat pelampiasan karena melihat orang tua yang bertengkar
  • Kultur atau budaya
  • Event-event tertentu, seperti Tahun baru, Pertandingan bola, Perayaan ulang tahun
  • Harga yang lebih murah dan mudah di dapat

Jika dilihat dari faktor-faktor diatas, kita bisa memberikan sosialisasi, wawasan, dan sebab akibat jika mengkomsumsi miras oplosan. Bisa dimulai dari sekolah, lingkungan rumah, dan keluarga. Semua itu di mulai dari rumah atau keluarga, jika orang tua memberikan pengetahuan dan wawasan tentang bahayanya miras oplosan, pendidikan agama yang kuat, serta komunikasi terjalin dalam keluarga, seharusnya bisa memperkecil penggunaan miras oplosan.

Penyebab Kematian akibat Minuman Keras Oplosan

Tingginya tingkat kematian akibat miras oplosan, karena kurangnya pengetahuan tentang gejala keracunan dan tindakan awal untuk mencengah memperparah keadaan. Penyebab kematian miras oplosan, yaitu :

  • Tidak tahu gejala-gejala yang terjadi, karena gejalanya mirip dengan sakit yang lain
  • Terlambatnya pertolongan medis, karena baru datang ke Rumah Sakit setelah 2 hari keracuanan
  • Alat diagnostik dan pilihan terapi di fasilitas kesehatan terapi terbatas
  • Toksisita, morbiditas dan mortalitas miras oplosan sangat tinggi
  • Pengalaman klinik tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baik di PPK I (Puskesmas) dan PPK2 (RSUD) masih kurang pengetahuan untuk menangani keracunan akibat miras oplosan

Itulah penyebab semakin tingginya angka kematian akibat minuman miras oplosan. Maka dari itu TPKJM Provinsi Jawab Barat, PDSKJI Cabang Bandung, Departemen Psikiatri FK UNPAD dan RS Melinda 2 Bandung sepakat untuk memberikan pengetahuan kepada dokter dan tenaga medis untuk penanganan pasien keracuanan miras oplosan.

Ciri-ciri Keracunan Minuman Keras Oplosan

 

Pic: garudanews.id

Berikut adalah ciri-ciri seseorang yang keracunan akibat miras oplosan, yaitu ;

  • Mual
  • Badan dingin
  • Mulut berbau
  • Penurunan kesadaran
  • Depresi
  • Kepala pusing

Kalau dilihat dari ciri-cirinya memang keluhan dan gejalanya hampir menyerupai dengan gangguan kesehatan lainnya. Jadi dengan adanya pertemuan ini, orang-orang atau keluarga lebih berhati-hati dan aware dengan ciri-ciri seperti diatas, lalu membawa langsung ke klinik terdekat.

Akibat Mengkomsumsi Minuman Keras Oplosan

 Setiap hal pasti ada sebab akibatnya. Akibat yang dirasakan oleh seseorang yang mengkomsumsi miras oplosan, yaitu :

  • Keracunan karena miras oplosan
  • Kehilangan penglihatan atau buta
  • Kerusakan organ vital (hati, jantung, pankreas, ginjal)

Baca Juga : Akupuntur Facelift

Kesimpulan

“Kita sudah mulai melakukan edukasi kepada masyarakat dan orang tua, untuk bisa mengurangi tingkat kematian akibat minuman miras oplosan. Sebenarnya harus adanya kerja sama antar lintas sektor.” kata Bpk. Pantjawidi D.Mkes dari TPKJM.

Setuju memang ini menjadi tanggung jawab kita semua, jadi memang butuh kerja sama dari semua lintas sektor, dari keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, dan lingkungan rumah sakit. Karena memang saling berhubungan.

Media pun mempunyai peran dalam hal ini, untuk menyampaikan pesan dengan cara yang unik dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Maka dari itu, panitia menggundang media cetak dan online untuk bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya dan penanganan awal jika terjadi keracunan akibat minuman miras oplosan.

Salah satu hal pemicu semakin tingginya orang mengkomsumsi minuman miras oplosan adalah mudah di dapat dan harga yang murah. Selain itu karena semakin gencarnya pemberantasan narkoba jadi mereka beralih ke minuman miras oplosan.

Semoga dengan diadakannya acara ini dapat mengurangi tingkat kematian akibat keracunan minuman miras oplosan. Kita juga sebagai warga yang baik, harus dapat melaporkan jika terjadi sekelompok orang yang melakukan pesta minuman miras oplosan langsung menghubungi pihak berwajib.

Jika menemukan orang sudah mulai keracunan miras oplosan, harap langsung di bawa ke klinik jangan lebih dari dua hari karena akan memperburuk keadaan dan sulit diselamatkan. Dan semoga Indonesia dapat memiliki alat yang dapat mengukur zat-zat berbahaya dalam tubuh.

Bagaimana dengan teman-teman, apakah pernah melihat orang yang meninggal akibat minuman miras oplosan?

16 thoughts on “Solusi Mengurangi Kematian Akibat Minuman Miras Oplosan

  1. Ada beberapa kenalan saya yang doyan minum, entah itu oplosan atau murni miras. Sedihnya saat hal itu ditambah dengan narkoba. Aduuh itu mah, menyongsong maut. Anak ibu kos saya jaman SMA dulu juga meninggal karena OD dan kebanyakan miras.

  2. Ngeri banget yaa Teh Eggy, banyak yang meninggal. Udah KLB di Indonesia 🙁

    Thank you infonya Teteh jadi nambah pengetahuan 🙂

  3. Edukasi pada masyarakat sangat mendesak untuk ini. Ratusan korban berjatuhan, tapi terus berulang. Semoga berita-berita di media massa membuka mata mereka baik yang pernah minum miras oplosan maupun yang terpikir mencobanya.

  4. Edukasi tentang bahaya miras dan miras oplosan memang harus terus dilakukan lebih gencar lagi agar masyarakat stop mencobanya. Edukasi baik secara offline maupun online seperti yang mbak egy sangat berguna sekali. Keren dan salut mbak..

  5. parah sih aku sering banget liat belakangan ini berita meninggal gara2 miras oplosan, semoga rekan-rekan yg lainnya bisa baca postingan teteh ini, thx for this info teh

Comments are closed.