Rokok Harus Mahal, untuk Masa Depan Generasi Muda

Saat liburan Lebaran 2018 kemarin, Saya dan keluarga pergi ke suatu tempat wisata di Bandung. Tempat wisata ini lebih banyak pepohonan dan lebih tepatnya seperti hutan pinus. Kami sekeluarga memilih tempat ini untuk berlibur karena ingin menghirup udara segar. Kami rindu dengan udara Bandung yang dulu masih segar, karena masih banyak pepohonan sepanjang jalan.

Tapi harapan kami musnah karena ketidak pedulian orang akan lingkungan sekitar. Di alam terbuka masih aja orang merokok. Aduh sedih dan kesal, karena kami pergi ke tempat wisata alam terbuka itu karena kami ingin menghirup udara segar. Tapi malah ketemu dengan asap rokok lagi. Keselnya itu bertambah karena banyaknya anak kecil di tempat wisata itu. Rendah banget sih rasa kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Kebetulan minggu kemarin, saya mendengarkan suatu Talkshow di “Ruang Publik” KBR pada tanggal 20 Juni 2018, ternyata Talkshow ini sudah lama membahas tentang rokok. Pada saat saya mendengar siaran ini sudah sesi ke-5, pada sesi ini membahas tentang tingginya masyarakat yang sakit karena rokok.  Ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan dari Talkshow tersebut, akan saya ulas, ya.

Bahaya Rokok Bagi Perokok Aktif dan Pasif

Bahaya Perokok Aktif dan Pasif. Pic : KEMENKES RI
Bahaya Perokok Aktif dan Pasif. Pic : KEMENKES RI

 

Sudah tahu bahayanya tapi masih banyak sekali orang yang menjadi perokok aktif, bahkan tanpa memikirkan dampaknya bagi perokok pasif.  Sedihnya lagi semakin banyaknya anak-anak yang menjadi korban perokok pasif, apakah tidak memikirkan masa depan mereka? Mereka masih memerlukan udara yang segar untuk dihirup. Bahkan di rumah pun mereka tidak mendapatkan perlindungan dari asap rokok, karena orang tuanya juga merokok. Apakah mereka tahu, bahwa asap rokok yang menempel di pakaian, bantal, Kasur, karpet, atau benda lainnya yang ada di rumah, susah untuk hilang hanya dengan bahan kimia saja.

Dampak Negatif Jika Harga Rokok Murah

Jika harga rokok masih murah, akan banyak sekali dampak negatifnya, diantaranya yaitu :

  • Banyaknya generasi muda yang hancur masa depannya. Karena rokok bukan hanya memperpendek umur tapi juga bisa memperkecil pertumbuhan otak.
  • Semakin banyak anak-anak yang kekurangan gizi. Karena masyarakat kelas menengah ke bawah yang sudah kecanduan rokok akan memilih membeli rokok disbanding membeli makanan bergizi untuk anak-anaknya.
  • Banyaknya orang meninggal karena serangan jantung karena menjadi perokok aktif yang sudah kecanduan.
  • Tingginya masyarakat menengah ke bawah yang mengklaim JKN yang sakit karena dampak dari rokok, baik perokok pasif dan aktif.
  • Anak SD sudah bisa membeli rokok dengan uang jajannya dibanding membeli makanan.
  • Semakin banyaknya bayi yang lahir dengan kelainan, karena orang tuanya yang masih kecanduan rokok.

 Baca Juga : Solusi Mengurangi Tingkat Kematian Akibat Miras Oplosan

Harga Rokok Harus Mahal

Saat mendengar Talkshow di “Ruang Publik” KBR yang pembicaranya adalah Prof Dr. Hasbullah Thabrany (MPH -Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI) dan Yurdhina Meilissa –(Planing and Policy Specialist CISDI). Mereka mengkampayekan Rokok Harus Mahal, karena sangat berdampak pada masyarakat muda dan anak-anak dan untuk kemajuan Indonesia.

Rokok lebih berbahaya dari Narkoba, karena rokok bisa mudah di dapat dengan mudah dan harga yang murah dibandingkan oleh Narkoba atau Ganja. Pemerintah pun sangat melindungi Indonesia dari Narkoba atau Ganja, sedangkan rokok tidak, padahal bahayanya hampir sama. Bahkan jika rokok tidak di bandrol dengan harga yang mahal, maka semakin banyak masyarakat bahkan anak kecil bisa membeli rokok dengan uang jajan mereka dan semakin banyak lagi orang yang sakit dan kecanduan.

Jika harga rokok mahal, pemerintah dapat mengambil pendapatan dari penjualan rokok yang mahal untuk biaya JKN. Karena masih banyak masyarakat kecil yang belum mempunyai JKN, dan juga tingginya angka claim JKN yang sakit karena rokok.

Yuk, kita sama-sama mendorong dan mendesak Pemerintah untuk berani menaikkan harga rokok. Agar semakin rendahnya kematian dan orang yang sakit karena rokok. Dengan cara seperti ini juga kita bisa melindungi generasi kita di bawah, agar terbebas dari asap rokok.

Jika Teman-teman mendukung “Rokok Harus Mahal” silakan, tandatangani petisinya di Change.org/rokokharusmahal

13 thoughts on “Rokok Harus Mahal, untuk Masa Depan Generasi Muda

  1. Setuju teh, saya dukung rokok harus mahal. Mudah mudahan bukan sekadar wacana, supaya para perokok bisa menahan diri untuk merokok, dan uangnya bisa lebih dioptimalkan untuk meningkatkan gizi keluarga jadi lebih optimal.

  2. Aku super setuju rokok ini harus mahal. Jadi pertimbangan semua orang kan jadinya untuk kemudian membeli rokok. Sedih sekarang liat perokok ada di mana – mana. Ngeselinnya lagi mereka kadang ga liat tempat, cuek aja ngerokok

  3. Setuju bangettt
    Udah selesai eranya merokok Demi gengsi
    Pendapat “Ngga ngerokok ngga keren” itu norak banget dst
    Ups sorry jadi ikutan gemes kalo ngobrolin rokok Dan mereka yg masih merokok 😁😁

  4. Aku perokok pasif, Gy..
    Lingkungan sekitar, di rumah, di kantor, konkow ma temen kabeh perokok. Tapi Alhamdulilah mereka memahami, posisi duduk pun ditentukan jangan sampe arah angin asap rokok kena aku, angger weeh. Antepin weh sina ngerokok, derita loe kalo sakit, mungpuas palingan hahhaha, yess..

    Tapi setuju pisan kalo rokok harus mahal, udah donk ttd petisinyaa..

  5. Suamiku perokok berat, Mbak. Dan aku gak bisa confront terus terusan karena masalah itu. Soalnya dia udah merokok jauh sebelum kenla aku. Tapi aku sangat mendukun kalau rokok mahal, malah semahal-mahalnya. Masak iya mau beli rokok yang harganya ngalahin sembako atau sekolah anak?

  6. Rasanya pengen nyiram air seember deh kalau deket-deket aku ada yang ngerokok. Kan suka ada tuh yang bau rokoknya itu duhai… amit-amit banget hahahaha… Adikku pernah tuh nyiram sama air seember sodaraku gara-gara kesel sama baunya. Aku ketawa ngakak. Duh jahat ga, sih? Tapi jahatan mereka yang ngerokok, kan?
    Suer aku belum pernah nyiram gitu walau kesel. Cuma gondok sama dongkol aja sih 😀

    1. Ngakak banget bacanya, hahahahahha.
      Tapi biar dia bisa merasakan itu baru air, tapi dia menyebarkan penyakit 🙁
      Yang bikin sedih lagi, anak kecil yang di rumah harus ketemu asap rokok, padahal di rumah adalah tempat mereka berlindung dari apapun. Tapi orang tuanya juga tidak memberi perlindungan malah memberi penyakit 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *