vaksinasi untuk disabilitas

Jeanette Agatha – Dulu saya punya teman bisnis yang penyandang disabilitas, sayangnya sekarang sudah hilang kontaknya. Beliau sangat rajin dan cukup gesit dalam bekerja, walaupun keterbatasan fisik. Ingin sekali mendengar kabarnya pada saat pandemi Covid-19 seperti ini.

Covid-19 bukanlah penyakit yang main-main, karena saya sekeluarga baru saja menyelesaikan isoman (isolasi mandiri). Sampai kami harus kehilangan tante yang serumah karena adanya komorbit (kanker). Efek setelah terpapar Covid-19 cukup membuat tubuh tidak fit seperti sedia kala. Untungnya saya dan suami sudah mendapatkan Vaksin Sinovac, jadi gejala dan saat terpapar tidak terlalu parah.

Sempat kepikiran bagaimana dengan teman-teman Penyandang Disabilitas yang cukup rentan untuk terpapar Covid-19 ini? Lalu bagaimana juga mereka bisa bertahan hidup ditengah pandemi seperti ini? Bagaimana juga mereka bisa melaksanakan protokol kesehatan? Apa lagi masih banyak teman-teman disabilitas yang takut untuk melalukan vaksinasi. Karena termakan omongan hoaks yang katanya akan memperburuk keadaan mereka.

vaksinasi untuk disabilitas
Source : Forum Literasi Hukum dan HAM Digital (Firtual)

Untungnya, pada Jum’at, 13 Agustus 2021, saya berkesempatan untuk mengikuti webinar bersama Direktorat Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), yang membicarakan “Pemenuhan Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas Saat Pandemi“.

Banyak sekali informasi yang saya dapatkan selama mengikuti webinar ini. Semoga saya dan teman-teman Blogger serta media yang ikut webinar tersebut dapat mendukung dan memberikan informasi yang akurat supaya teman-teman penyandang disabilitas bisa mendapatkan hak dan perlindungan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Apa saja hak dan perlindungannya? Baca terus sampai akhir, ya! 😉

Hak dan Perlindungan Penyandang Disabilitas Saat Pandemi

vaksinasi untuk penyandang disabilitas
Source : gettyimages.com

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Sosial melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) hingga Januari 2021, jumlah Penyandang Disabilitas berjumlah 209.604 jiwa. Sejak Juli 2021 telah mempercepat pendistribusian program bantuan sosial di masa PPKM.

Mbak Angkie Yudistia, selaku Staf Khusus Presiden, menjelaskan beberapa komitmen Pemerintah dalam melakukan program perlindungan sosial dan kesehatan untuk Penyandang Disabilitas. Program tersebut dibagi berdasarkan kategori diantara, yaitu :

  • Disabilitas Pra Sejahtera : adanya program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai, dan diskon listrik.
  • Tenaga Kerja Disabilitas : program Prakerja dan bantuan subsidi upah.
  • Siswa Disabilitas : subsidi kuota internet.
  • Pemberdayaan Disabliitas di Desa : percepatan pelaksaan Dana Desa dan BLT Desa.
  • Pelaku Wirausaha Disabilitas : ada program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).
  • Semua Peyandang Disabilitas : Vaksinasi Covid-19.

Semua program pemerintah ini akan bisa berjalan dengan mulus jika adanya kerja sama dengan semua pihak yang terkait.

Vaksinasi untuk Penyandang Disabilitas

vaksin untuk penyandang disabilitas
Source : gettyimages.com

Bagi saya vaksinasi ini sangat penting dan perlu. Karena saya sudah mengalami sendiri, efek dari vaksinasi ini sangat menolong jika terpapar Covid-19 tidak akan memperburuk keadaan. Apa lagi untuk teman-teman disabilitas yang sangat rentan untuk tertular virus ini.

Menurut informasi yang saya dapat setelah mengikuti webinar, pemerintah sudah mulai memberikan vaksinasi pada Penyandang Disabilitas sejak Juni 2021. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan 98 komunitas disabilitas dan diprioritaskan ke pulau Jawa dan Bali, dimana merupakan zona merah Covid-19.

Namun saat ini ada permasalahan dimana teman-teman disabilitas tidak mau vaksin karena takut. Mereka ketakutan vaksin akan berdampak buruk bagi kesehatan dan kondisi kedisabilitasannya. Maka ini adalah tugas kita untuk mensosialisasikan, bahwa vaksinasi ini justru akan meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Permasalahan lainnya adalah masih ada Penyandang Disabilitas yang belum mempunyai NIK atau KTP. Karena untuk mengurus NIK dan KTP itu tidak mudah untuk Penyandang Disabilitas. Terutama yang memiliki hambatan mobilitas dan hambatan lainnya. Hal ini juga menjadi concern utama pemerintah dalam pelaksanaan vaksin bagi Penyandang Disabilitas.

Tapi ada kabar baik dari Menteri Kesehatan, bahwa para Penyandang Disabilitas yang belum memiliki NIK atau KTP diperbolehkan untuk ikut vaksin, namum NIK-nya akan tetap diurus juga. Pemerintah juga menyediakan tempat khusus untuk pelaksanaan vaksinasi serta layananan pendampingan penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi. Jadi akan ada penjemputan hingga pemulangan.

Semoga dengan adanya kebijakan dari pemerintah ini, semua teman-teman disabilitas bisa mendapatkan hak dan perlindungannya saat pandemi Covid-19. Apa lagi mereka lebih banyak kesulitan dalam menerapkan langkah-langkah kebersihan dan pemberlakuan jarak fisik.

Ayo siapapun yang membaca artikel ini, mulai memberikan informasi kepada teman, tetangga, atau keluarga yang mengalami disabilitas, bahwa mereka memiliki hak dan perlindungan dari pemerintah. Terutama untuk vaksinasi gratis, supaya terbangun kekebalan komunal, herd immunity-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*